KAMPUNG GONDANG

Kampung Gondang



di desa waluran terdapat sebuah kampung yang masih memegang kuat adat istiadat tradisi dari leluhur. mereka yang hingga saat ini diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, ada bahasa perilaku pekerjaan dan ekonomi. kebudayaan mereka sukar dipengaruhi faktor luar, karena jauh dari lingkungan perkotaan dan kurang minatnya akan kehidupan kota serta pengetahuan yang kurang tentang kehidupan modern saat ini. tradisi itu adalah gondang, menumbuk padi menjadi beras.

Dewi Sri dipercaya menjadi jelemaan padi yang harus dihormati bermula dari pandangan sakral terhadap padi, lahirlah budaya yang bertujuan untuk memuliakan padi serta menjadi bentuk syukur dan terima kasih kepada tuhan. dalam sejarahnya gondang adalah tradisi yang ada di kampung cibihbul, desa waluran, kelurahan waluran, pelabuhan ratu, kabupaten sukabumi, jawa barat. menurut masyarakat setempat gondang dimulai sekitar tahun 1960. 

menumbuk padi menjadi beras dengan alat yang bernama alu dan lisu. tradisi ini merupakan kegiatan yang dilakukan petani di dataran sunda sebelum adanya pabrik penggilingan.
kesenian gondang beranggotakan 12 orang, 10 pemain utama dan 2 pemain cadangan, 8 penumbuk dan 2 penyanyi. gondang belum memiliki jadwal tetap untuk bermain, gondang dilakukan apabila diminta atau diundang untuk memiliki kegiatan tersebut dengan harapan pendapatan penghasilan tambahan bagi masyarakat.

pertunjukan yang belum ada regenerasi ini membuat ketua PALAPAH (Cahya Sukendar) berusaha untuk meregenerasi budaya seperti pemuda yang dilatih dilokasi dan dikembangkan di daerah lain. gondang meliputi unsur musik, nyanyian dan tarian. liriknya menceritakan kegiatan masyarakat sehari-hari musik dari hentakan alu terhadap lesung membuat irama menjadi menyenangkan. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MAKANAN KHAS

ATRAKSI BUDAYA

PALAPAH